http://ayahmoe.webs.com

Communicator Hemat LG KT610

Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 24, 2009

Rupanya sudah hampir satu bulan ini daku menggunakan LG KT610 namun belum juga menuliskan sesuatu tentangnya. Sungguh benar-benar keterlaluan! Hehehe…

Namun berbeda dengan biasanya, daku kali ini tidak akan menuliskan sebuah review teknis, melainkan sebuah review ringan berdasarkan pengalaman selama sebulan bersama LG KT610. Toh review dan data teknis yang lengkap bisa dilihat di situs lain. Jadi ceritanya daku mau menuliskan sesuatu tentangnya dari sudut yang lebih personal.

Woke, mari kita lanjut dengan latar belakang mengapa daku rela membelinya.

gps_lg_kt610

Semuanya dimulai ketika liburan Natal dan Tahun Baru tiba. Daku pun berlibur ke Semarang. Tentu saja daku ingin ini benar-benar liburan sekaligus menunggu detik-detik kelahiran puteri kami. Ini berarti daku tidak ingin mengerjakan tugas-tugas kantor. Kalau pun mengerjakan tugas paling tidak daku harus bisa mengerjakannya dimana saja dan kapan saja. Maklum, selama liburan ini daku bakal ada dimana-mana, eh maksudnya bukannya daku ada banyak dan tercecer dimana-mana, namun bisa saja jam ini daku dimana dan semenit kemudian ada dimana. Pokoknya mobilitasnya tinggi deh.

Selain itu daku juga ingin tetap terkoneksi dengan internet. Entah itu untuk nge-blog, main game, email mau pun chatting. Tentu saja kriteria di atas, yaitu mobilitas tinggi tetap harus dijunjung tinggi. *Halah*

Tentu saja untuk memfasilitasi hal itu, daku memerlukan sebuah gadget yang tepat guna. Tadinya berpikir mau membeli Netbook untuk menggantikan peran Nobie. Tapi Netbook masih terlalu besar untuk memenuhi kriteria mobilitas tinggi. Lagi pula harganya masih mahal, terutama yang sudah memiliki modul HSDPA.

Sebenarnya niatku ingin membeli Nokia Communicator E90, namun kurasa terlalu mahal bagi kantongku. Sampai pada akhirnya daku memutuskan membeli LG KT610 yang lebih ramah kantong.

Sejak rilisnya di Indonesia, yaitu sekitar September 2008, sebenarnya daku sudah tertarik dengan komunikator pertama dari LG ini. Maklum, LG seolah menantang jajaran Communicator dari Nokia. Namun sebenarnya LG bukanlah penantang Communicator, LG KT610 adalah sebuah alternatif bagi pengguna yang menginginkan komunikator dengan harga yang terjangkau. Namun dengan harganya yang murah bukan berarti LG KT610 murahan. Malahan daku menilai bahwa apa yang kita dapatkan darinya lebih besar dari pada harganya. Singkat kata, rasio nilai per harganya sangat baik. Sungguh layak untuk dibeli.

Menurut pendapatku pribadi, memiliki KT610 seperti memiliki 2 buah ponsel sekaligus. Satu ponsel sederhana dan satu ponsel bisnis nan ciamik. Kita akan menemukan sebuah ponsel sederhana saat flip tertutup dan kita menggunakan interface luarnya. Maklum, selain layar eksternalnya yang mini dengan kemampuan menampilkan 3 baris teks/icon, kemampuannya juga cuma untuk menelepon dan SMS biasa. Kalau mau terima dan mengirim MMS harus menggunakan interface dalamnya.

Sejatinya kita bisa saja menggunakan interface luar ini untuk memainkan musik dan mengambil foto. Namun menurut hematku, akan lebih maknyos jika itu semua dilakukan dari layar internalnya.

Sedangkan ponsel kedua, yaitu ponsel bisnis ciamik bisa kita peroleh saat membuka flip-nya dan mendapati layar mungil dengan resolusi QVGA. Dari sinilah seluruh kemampuan LG KT610 dapat digunakan secara maksimal.

Fitur Unggulan: HSDPA + GPS

Dua fitur ini adalah fitur unggulan sebuah LG KT610. Jaringan data yang mumpuni plus GPS (global positioning system). Dua buah fitur yang cukup ciamik karena ketika sebuah aplikasi Google Maps hadir di sana, jadilah gadget ini sebuah gadget yang sangat keren yang sangat mendukung mobilitas kita. Kita jadi tahu sedang berada dimana. Cocok untuk diriku yang sering disorientasi dan kesasar-sasar. Hehehe…

Sebenarnya kita masih memerlukan sebuah aplikasi peta kota layaknya gadget GPS yang lain. Namun itu berarti akan menambahkan harga dari LG KT610. Sudah cukup baik karena LG memaketkannya dengan Google Maps. Paling tidak ini adalah solusi yang ekonomis. Toh kita dapat saja menginstal aplikasi peta. Tentu saja setelah kita membelinya. Hehehe…

Penggunaannya cukup mengasyikkan. Selain mudah, juga cukup interaktif. Peta di-update setiap detik. Bisa zoom in dan zoom out tergantung data yang tersimpan di server google earth. Kalau beruntung, kita bisa zoom in sampai kelihatan gedung dan mobil-mobil yang sempat ter-capture oleh server google earth dari satelit.

Yang lebih mengasyikkan adalah saat perjalanan pulang ke Semarang dengan kereta. Pergerakan kita akan nampak di peta secara realtime. Namun itu semua harus didukung koneksi yang gegas. Pantaslah jika LG KT610 ini menggunakan koneksi data HSDPA yang sangat mumpuni dalam urusan kecepatan data. Saat daku memperoleh sinyal 3G/3.5G, refresh peta dapat berjalan sangat cepat. Namun ketika hanya memperoleh GPRS/EDGE, penggambaran peta terjadi keterlambatan.

Seorang ibu di sampingku yang turut memperhatikan peta bertanya: “Tentara Israel pakai beginian juga ya?” Maklum, saat itu kami sedang berbincang ringan seputar perang Hamas versus Israel.

Browser Mumpuni

Koneksi gegas di LG KT610 rupanya dibarengi browser yang mumpuni. Maaf, nampaknya daku harus menyembunyikan Soner G502 dari LG KT610. Walau pun sama-sama gegas dengan HSPDA, juga walau pun sama-sama memiliki layar QVGA, namun Soner G502 jauh ketinggalah dibandingkan LG KT610 dalam hal browser.

Browser KT610 bisa menangani banyak format media internet. Flash pun eces dimainkan. Mau baca detik.com? Atau mau memainkan YouTube? Eceslah bagi KT610 karena gadget ini telah dibenami Flash Player. Player ini bisa dipanggil langsung dari browser saat dibutuhkan. Asyiknya adalah bahwa file video secara default ter-download di KT610. Jadi kelak bisa dimainkan lagi.

Selain itu kemampuan penampilan situs di browser LG KT610 sudah seperti layaknya browser di PC. CSS mau pun JavaScript dapat berjalan dengan baik sekali. Main game online sebangsa Travian pun jadi mengasyikkan karena mampu ditampilkan secara prima. Serasa main PSP atau pun Nintendo. Dan maaf, Soner G502 tidak mampu melakukannya dengan baik.

Suara Yang Mumpuni

Pertama kali mereview G502 daku menilai bahwa suara speaker G502 cukup diandalkan, namun nampaknya daku harus memberikan penilaian lebih pada LG KT610 di soal speaker built in-nya. Ini tidak lain karena KT610 telah mengusung speaker stereo. Kualitasnya pun bagus sekali. Kalau boleh dibilang, setingkat di atas Soner G502. *waduh*

Woke, seperti apa sih sebagus-bagusnya speaker bawaan gadget-gadget ini? Memang sih tidak akan mampu menyetarai sebuah speaker aktif, apalagi sebuah home theatre. Namun kualitas juga sangat mempengaruhi meskipun hanya didengarkan dengan volume yang kecil. Dan untuk urusan ini KT610-lah juaranya.

Kalau speaker stereonya sudah mumpuni, bagaimana dengan kualitas headset-nya? Hehehe… lagi-lagi daku harus mengacungi jempol untuknya. Suaranya mantap. Apalagi Music Player-nya memiliki 12 preset equalizer. Well, untuk urusan player, nampaknya Soner masih lebih unggul. Soalnya selain equalizer, Soner juga dibekali Stereo Widening plus MegaBass.

Aplikasi Email dan Office

Sebuah komunikator harus memiliki aplikasi email dan office yang mumpuni. Tidak terkecuali dengan KT610. Gadget ini telah dibekali aplikasi email yang mendukung fitur push email. Namun daku belum berhasil memanfaatkan fitur push email ini dengan baik. Mungkin ada beberapa hal yang belum diset? Ah, mungkin lain waktu akan dibahas secara terpisah saat berhasil kuset.

LG KT610 telah dipersenjatai dengan QuickOffice, sebuah aplikasi perkantoran bagi individu yang sangat mobile. Kita dapat membuka dan mengedit dokumen doc dengan QuickWord, xls dengan QuickSheet, dan ppt dengan QuickPoint. Cukup handy kan? Sayangnya aplikasi-aplikasi ini tidak bisa menangani dokumen yang kompleks. Jika tidak mampu, maka isinya yang kompleks tidak akan tertampil.

Sistem Operasi: Symbian S60 3rd Edition FP1

Ehm, nampaknya daku harus menuliskan secara lengkap sistem operasinya: Symbian S60 3rd Edition Feature Pack 1 (3.1). Ini artinya KT610 memiliki sistem operasi yang sama dengan Nokia Communicator E90 yang juga menggunakan Symbian S60.

Dengan demikian KT610 dapat menikmati aplikasi-aplikasi pihak ke-3 yang dibuat untuk Symbian S60. Oh iya, sistem operasi Symbian S60 ini sejatinya tidak hanya sistem operasi untuk komunikator, namun sudah banyak ponsel sejati yang menggunakan sistem operasi yang dikembangkan di bawah naungan Nokia ini. Selain ponsel Nokia sendiri, beberapa vendor ponsel lain mulai banyak yg menggunakannya. Taruh kata Soner yang telah memulainya beberapa tahun silam dengan Symbian UIQ-nya untuk ponsel-ponsel cerdasnya.

Namun jika itu dirasa kurang, LG KT610 sudah dibekali Java ME Environment: MIDP 2.0, CLDC 1.1. Banyak aplikasi java yang sudah beredar dapat dijalankan di KT610. Hehehe… terutama aplikasi java banyak yang berupa game ya? Jadi serasa main Nintendo deh.

Minusnya

Kalau di atas adalah kelebihan-kelebihan komunikator murah ala LG, maka kali ini daku akan membahas kekurangan-kekurangannya. Yang paling mencolok adalah ketiadaan modul Wifi. Seolah keluar dari pakem gadget bisnis saat modul Wifi absen. Walaupun demikian daku masih bisa memakluminya dan tidak mengurungkan niat untuk memilikinya. Toh daku lebih banyak terkoneksi dengan HSDPA dari pada Wifi. Belum banyak hotspot di sini, apalagi yang gretongan (baca: gratisan). Apalagi kalau di jalanan, lebih tepat menggunakan jaringan GSM. Toh daku langganan paket unlimited dari Indosat3G sehingga tidak khawatir kantong jebol.

Interface luarnya seperti ponsel sederhana jaman dulu karena hanya bisa untuk telepon dan SMS. Bisa juga untuk memainkan musik, namun lebih ribet. Lebih mudah langsung mengakses player dari interface dalamnya.

Kita bisa juga memfoto dari inteface luar, namun saranku, lebih baik jangan dari interface luar ini. Soalnya tampilan obyek terpotong oleh layar mininya. Meskipun demikian, ternyata memfoto bukanlah hal yang menyenangkan walau pun kita sudah membuka flip-nya. Ini karena lensa kamera ada di sisi belakang keyboard yang akan mudah sekali tertutup oleh tangan saat memegang KT610 ketika akan memotret. Hem… nampaknya ada yang salah dengan peletakan kameranya.

Namun kualitas kameranya yang 2 Megapixel ini memang kurang dapat diandalkan kualitasnya. Ini menambahkan deret alasan untuk tidak terlalu menggantungkan fungsi ini padanya selain karena minimnya fitur kamera dan videonya. Bagiku ini urusan yang harus diambil alih oleh Soner G502.

Kita juga dapat ber-video call dengan KT610, namun kita harus membuka flip-nya karena kamera video call ada di sisi dalam di sebelah kiri layarnya. It’s okay, karena kita bisa ber-video call tanpa memegangnya karena KT610 dapat duduk dengan manis saat flip terbuka.

Namun sebenarnya penggunaan interface luar ini memang jika kita hanya menggunakannya untuk tugas-tugas ringan semacam telpon dan SMS. Namun harus kuakui bahwa keypad luarnya sangat nyaman digunakan. Selain ukurannya besar-besar, juga karena empuk bahannya. Malahan mengetik pesan lebih asyik dari keypad KT610 dari pada Soner G502.